SIMALUNGUN.
Pelaksanaan kegiatan Revitalisasi Puskesmas Pembantu Purbaganda di Kabupaten Simalungun diduga dikerjakan secara `siluman`. Selain tidak adanya transparansi, para pekerja di lokasi juga diduga tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri atau K3.
Pantauan di lapangan, Selasa 4/8/2026, tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi Pustu Purbaganda. Padahal berdasarkan Perpres No.16 Tahun 2018, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib memasang papan proyek yang memuat sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, dan nama penyedia jasa.
"Dari awal sampai sekarang tidak ada papan proyek. Kami warga tidak tahu ini dananya dari mana, CV nya siapa, dan sampai kapan dikerjakan. Diduga ini proyek siluman," ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya.
*Diduga Langgar UU K3*
Selain masalah transparansi, pelaksanaan pekerjaan juga diduga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Dalam pantauan, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan helm proyek, rompi, sepatu safety, maupun peralatan K3 lainnya saat bekerja di ketinggian.
"Ini sangat berbahaya. Kalau sampai ada pekerja jatuh atau kecelakaan siapa yang tanggung jawab. Diduga pelaksana proyek tidak peduli K3," tegasnya.
Warga khawatir kondisi ini akan berdampak pada mutu bangunan Pustu dan keselamatan pekerja.
*Minta Sidak Dinkes dan Disnaker*
Merespon kondisi tersebut, warga meminta Dinas Kesehatan Simalungun selaku pengguna anggaran, Dinas Tenaga Kerja, dan Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan sidak.
"Kami mohon Bapak Bupati, Kadis Kesehatan, dan Kadisnaker segera turun. Hentikan dulu pekerjaan sampai K3 dipenuhi dan papan proyek dipasang. Jangan sampai ada korban dulu baru ditindak," pintanya.
Kepala UPTD Puskesmas Kerasaan1 Risda Sinaga, ketika di konfirmasi mengatakan"Coba Pak Tanya Sama Tukangnya".
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek Arifin Purba belum dapat dikonfirmasi.(Tito Damanik)